System Restore adalah merupakan fitur pemulihan di Windows yang memungkinkan kita untuk memulihkan computer kembali pada keadaan sebelumnya. Hal tersebut berguna apabila komputer yang kita pakai mulai buruk atau crash dan juga seperti dalam keadaan sulit untuk diperbaiki serta tidak dapat diketahui apa penyebabnya.
Untuk mengatasi bermacam jenis problem yang sulit pada komputer, kita dapat memanfaatkan fasilitas System Restore untuk mengembalikan komputer kita kembali seperti pada keadaan sebelumnya yang tersimpan sebelum problem yang kita alami tersebut terjadi, maka dengan system restore dapat menolong untuk memastikan komputer kita kembali berjalan dengan benar lagi.
Pada waktu System Restore diaktifkan pada Windows, akan secara otomatis membuat snapshot disebut restore point yang memuat cadangan Registry Windows, file program, konfigurasi sistem, serta sistem driver dan executable. Titik restore yang dibikin secara otomatis setiap hari dan sebelum peristiwa penting misalnya menginstal program atau menambahkan driver perangkat keras untuk komputer kita.
Kemudian dalam hal ini memungkinkan kita untuk secara manual membuat restore point kapan saja kita inginkan. Seperti yang sudah dibahas diatas bahwa ketika restore point dibuat hanya backup file pada sistem, file program, dan konfigurasi Windows. Jadi tidak backup data pribadi kita seperti , video, music, email, gambar, dokumen,dan permainan yang tersimpan. Maka dari itu, kita tidak harus memakai fasilitas System Restore sebagai metode back up data dan memulihkan jenis file.
Apabila digunakan dengan benar, System Restore bias membantu kita sebagai alat yang sangat berguna untuk optimalisasi komputer kita. System Restore bekerja dengan membuat restore point baru setiap hari juga setiap kali sebuah program terinstall, kita selalu mempunyai cara untuk jalan keluar dan nantinya tidak kembali ke dalam konfigurasi bekerja dalam hal sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya problem pada komputer kita.
Seprti contoh apabila kita menginstal sebuah program aplikasi atau perangkat keras dan tiba-tiba terjadi komputer kita tidak lagi bekerja dengan baik, maka kita hanya dapat solusi mengembalikan kembali ke restore point yang sudah dibuat sebelumnya. Dengan hal tersebut akan memungkinkan kita untuk menghemat waktu dan uang karena mampu dengan cepat dan mudah dapat solusi menyelesaikan masalahnya sendiri.
Fitur lain dari System Restore adalah bahwa kita dapat menggunakannya dari Windows Recovery Environment seperti halnya dalam kita tidak dapat memulai Windows. Maka hal tersebut dapat memungkinkan kita untuk secara mudah mengatasi masalah, di mana Windows tidak mulai dengan mengembalikan ke waktu dan tanggal pada saat kita tahu Windows bekerja dengan benar. Informasi lebih lanjut tentang cara menggunakan fasiltas System Restore dari Windows Recovery Environment dapat kita bahas nanti.
Cara menggunakan System Restore pada Windows 8 Recovery Environment
Apakah Kegunaan System Restore Point???
System Restore point dibentuk dikala program berikut terjadi pada Windows:
Secara otomatis setiap hari.
Pada saat aplikasi baru diinstall.
Pada saat driver baru diinstall.
Pada saat menghapus program tertentu.
Pada saat Windows update baru di install.
Pada saat kita secara manual membuat seatu.
Pada waktu program diprogram untuk membuat restore point baru. Hal tersebut bisa dilakukan ketika ssuatu program membersihkan komputer kita membuat perubahan pada Registry Windows kita. Tepat sebelum kita mengembalikan lagi ke titik pemulihan sebelumnya, System Restore akan membuat restore point baru.
System Restore tersebut mempunyai beberapa persyaratan untuk beroperasi dengan baik, adalah:
kebutuhan System Restore harus diaktifkan untuk setiap drive yang ingin kita pantau. Untuk setiap drive yang memonitor System Restore, diperlukan 300 megabyte ruang kosong pada drive yang untuk itu harus dipantau.

No comments:
Post a Comment